6 Kesalahan Umum pada Investor yang harus dihindari

Saat pandemi berlangsung 2020 lalu telah membawa gelombang investor baru ke pasar modal. Pertumbuhan tersebut didominasi oleh kelompok milenial generasi X dan Y. Jumlah investor di pasar modal bertambah hingga 2,3 juta selama pandemi, sehingga total investor menjadi 6,1 juta.

Banyak investor baru yang membayangkan investasi mereka akan berjalan mulus dari awal sampai seterusnya, namun kenyataannya adalah bahwa berinfestasi di pasar saham lebih seperti perjalanan roller coaster yang selalu naik turun. Untuk membantu anda yang baru memulai investasi, berikut 6 kesalahan umum berinvestasi yang dapat anda hindari :

1. Mengejar Tren Pasar

Di awal tahun 2021 kemarin pasar saham dunia dipenuhi hiruk pikuk Meme Stock seperti di Gamestop akibat komunitas di reddit, mengakibatkan saham tersebut melonjak naik tinggi. Tren ini pun sering terjadi dan banyak investor yang akhirnya juga ikut FOMO mengejar tren pasar. Namun sayangnya banyak investor yang membuat kesalahan terus menerus mengejar tren pasar karena takut ketinggalan atau FOMO yang mengakibatkan kerugian.

Tren pasar mungkin memberi anda kesenangan, namun tanyakan kepada manager investasi manapun yang telah berpengalaman berpuluh tahun dan melewati masa bubble dot com, pastinya tidak akan memberi anda rekomendasi melakukan hal tersebut.

Jika anda masih ingin bermain FOMO tren pasar, sisihkan sejumlah uang investasi anda untuk tren pasar tersebut. Uang yang anda gunakan pada tren pasar ini tidak boleh lebih dari 5% dari portofolio Investasi Anda.

2. Mengikuti Saran dari Media Sosial

Jika dibandingkan sekarang, dulu 10 tahun yang lalu tidak banyak materi pendidikan keuangan yang tersedia dan investor harus melakukan banyak riset sendiri untuk memahami tentang investasi. Namun saat sekarang ini, anda bisa memiliki banyak informasi di internet termasuk di media sosial.

Mungkin berkat media sosial anda bisa mengenal saham melihat kesuksesan investor lama memamerkan barang mewahnya hasil dari investasi saham tanpa banyak usaha. Namun jika anda percaya tentang cerita itu, anda akan kecewa. Karena investasi bukanlah ilmu yang mudah dipelajari, namun membutuhkan penelitian mendalam untuk membuat keputusan investasi yang tepat.

Jika anda melihat tips saham di media sosial, jangan mengambil tips tersebut secara membabi buta karena anda perlu mempertimbangkan banyak hal. Sedangkan nilai harga saham sendiri berubah karena banyak faktor.

3. Membeli Saham Gocap

Saham Gocap atau saham dengan nilai terendah yaitu Rp 50 memang merupakan saham yang paling gampang untuk dibeli dan dapat menjajikan profit tanpa batas. Namun investor perlu mengetahui berbagai resiko dari berinvestasi di saham gocap tersebut, karena saham gocap selalu identik dengan saham perusahaan dengan fundamental yang buruk.

Ada alasan-alasan mengapa saham tersebut bisa berada di harga batas bawah tersebut yaitu tidak ada kepastian bangkit dari harga Rp 50, resiko reverse stock split, perusahaan bahkan bisa bangkrut dan menutup asetnya, maka investor berkemungkinan bisa kehilangan seluruh uang yang sudah diinvestasikan di perusahaan tersebut.

4. Jual Investasi Terlalu Cepat

Waktu sangatlah penting dalam berinvestasi. Biasanya investor akan berinvestasi selama lebih dari lima tahun. Jika Anda tidak sabar, setidaknya beri waktu satu tahun sebelum Anda memutuskan langkah selanjutnya. Selalu ingat untuk memberikan waktu investasi Anda untuk berkembang.

5. Berhutang untuk diinvestasikan

2 tahun kebelakang ini banyak orang yang terjebak hutang karena tergoda untuk berinvestasi saham. Ada orang yang meminjam uang untuk berinvestasi setelah mendengar tentang investasi bisa melipat gandakan uang. Namun kenyataannya pasar saham seperti roller coaster yang bergejolak dan bahkan jika anda berinvestasi di perusahaan yang bagus, itu tidak menjamin harga saham bisa naik sesuai waktu yang anda bayangkan. Ada juga kemungkinan bahwa pasar saham tidak mengakui nilai perusahaan, yang mengakibatkan penurunan harga saham dan berakibat kerugian besar bagi anda.

Bayangkan saja jika anda berhutang dengan tingkat bunga 4%, anda perlu memastikan bahwa pengembalian portofolio saham anda melebihi 4% setiap tahun untuk mendapatkan keuntungan. Jadi jika anda ingin memulai berinvestasi gunakanlah uang dingin yang memang tidak dipergunakan.

6. Jatuh Cinta pada sebuah Perusahaan

Terkadang, kita mudah jatuh cinta pada suatu perusahaan apalagi jika perusahaan tempat kita berinvestasi itu baik-baik saja. Pada akhirnya, jika fundamental perusahaan dan bisnisnya berubah, pertimbangkan untuk menjual sahamnya. Ingat, Anda berinvestasi di perusahaan karena Anda percaya pada pertumbuhannya yang berkelanjutan.

Kesimpulan

Kesalahan adalah bagian dari investasi dan pelajaran inilah yang membuat kita menjadi investor yang lebih baik. Karena itu, saya berharap bahwa dengan berbagi dengan Anda beberapa kesalahan umum ini, ini akan membantu Anda untuk sukses sebagai investor tanpa melalui semua pelajaran yang menyakitkan ini.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.