Biografi : Pengertian, Isi, Struktur, dan Contohnya

Biografi adalah cerita mengenai riwayat hidup atau kisah hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Sedangkan riwayat hidup seseorang yang ditulis sendiri disebut autobiografi. Penulisan autobiografi biasanya didasarkan sepenuhnya pada ingatan pengarang. Secara umum, biografi dibuat dalam bentuk catatan tertulis, akan tetapi bisa juga dimuat dalam bentuk lain seperti media visual atau rekaman. Dan biasanya, biografi paling sering bercerita tentang tokoh sejarah atau publik.

Isi Biografi

Riwayat hidup seseorang mencakup tiga hal, yaitu identitas, peristiwa yang dialami, dan masalah yang dihadapi seseorang atau tokoh. Berikut perinciannya.

  1. Identitas: berisi nama, tempat tanggal lahir, latar belakang keluarga, riwayat pendidikan, dan riwayat organisasi yang diikuti.
  2. Peristiwa yang dialami tokoh: dapat berisi kejadian yang dialami tokoh dalam mengharumkan nama bangsa, mengembangkan karier, atau memperjuangkan hidup.
  3. Masalah yang dihadapi tokoh: berisi hamba tantangan, atau kendala yang dihadapi tokoh dalam mencapai tujuannya.

Berdasarkan isi biografi tersebut, ada beberapa hal yang harus kita cermati ketika membaca biografi, yaitu:

  1. Judul biografi
  2. Hal yang menarik dan mengesankan dalam kehidupan tokoh
  3. Hal yang mengagumkan dan mengharukan dalam kehidupan
    tokoh
  4. Hal yang patut diteladani dari tokoh

Struktur Biografi

Sebuah biografi yang baik memiliki struktur susunan yang benar. Berikut struktur biografi :

  1. Orientasi: Pada bagian ini berisi kisah awal pelaku atau tokoh yang diceritakan.
  2. Peristiwa atau kejadian yang dialami tokoh: berisi peristiwa yang pernah dialami pelaku atau tokoh, masalah yang dihadapi dalam menggapai cita-citanya, mengesankan, mengagumkan, dan mengharukan yang dialami tokoh semasa hidup.
  3. Penutup: berisi pandangan penulis terhadap tokoh yang diceritakan (bagian ini boleh ada atau tidak dalam penulisan biografi / optional).

Contoh Biografi

Biografi Kartini

Lahir pada 21 April 1979, R. A Kartini sendiri dikenal luas sebagai tokoh emansipasi wanita di Indonesia. Putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat ini kemudian menjalani masa sekolah hingga usia 12 tahun, usia saat ia mulai dipingit. R.A Kartini sendiri mengenyam pendidikannya di Europese Lagere School.

Setelah dipingit pada usia 12 tahun, Karini tetap melanjutkan proses belajarnya di rumah, berlatihmembaca dan menulis. Karena memiliki kemampuan bahasa Belanda yang baik, ia lantas terus belajar dengan berkirim surat dengan teman-temannya yang ada di Belanda.

Dari aktivitas bekirim surat dengan sahabat penanya ini, selain mendapatkan ilmu dari dunia luar, Kartini juga  mendapatkan banyak buku dan koran Eropa, yang dikirimkan oleh teman-temannya. 

Kartini muda memiliki keinginan untuk memajukan perempuan Indonesia, yang pada masa tersebut hanya memiliki status sosial yang sangat rendah. Ia merintis keinginannya ini dengan mengajari anak-anak perempuan di sekitarnya untuk bisa menulis dan membaca.

Pada 12 November 1903, Kartini menikah dengan Bupati Rembang kala itu, Raden Adipati Joyodiningrat. Suaminya mendukung dan memberikan kebebasan padanya, sehingga ia mampu mendirikan sekolah wanita di kompleks kantor Kabupaten Rembang.

Sekolah ini terus dikembangkan hingga pada 1912, Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini resmi didirikan di Semarang. Menyusul setelahnya sekolah wanita di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, hingga Cirebon.

Kartini dan suaminya, kemudian dianugerahi seorang anak yang lahir pada tanggal 13 September 1904, yang diberi nama Soesalit Djojoadhiningrat. Malang, empat hari setelah kelahiran buah hatinya, Kartini meninggal dunia. Kala itu usia 25 tahun.

Perjuangannya dalam mengangkat derajat Perempuan Indonesia kemudian mendapat dukungan dari rekan dekatnya, Mr. J.H. Abendanon, yang mengumpulkan surat-surat dari Kartini dan kemudian menjadikannya sebuah buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.

5/5 - (2 votes)
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.