Pengertian Parafrase, Ciri, Macam, dan Cara Membuatnya

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Parafrase adalah proses atau hasil mengungkapkan kembali suatu tuturan dari sebuah tingkatan macam bahasa menjadi yang lain tanpa mengubah pengertian. Penguraian kembali suatu teks (karangan) dalam bentuk (susunan kata-kata) yang lain, dengan maksud untuk dapat menjelaskan makna yang tersembunyi. Parafrase sendiri memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Bentuk tuturan berbeda
  • Makna tuturan sama
  • Substansi tidak berubah
  • Bahasa/cara menyampaikan berbeda.

Macam-Macam Parafrase

1. Parafrase Bentuk Teks

Contoh parafrase dalam bentuk Teks :

Kemiri telah lama dikenal masyarakat sebagai tanaman rempah yang dimanfaatkan untuk bumbu dapur. Kemiri mengandung zat kimia seperti asam linolat dan glaserin serta protein dan vitamin B1. Oleh karenanya, kemiri juga dikenal berkhasiat untuk sebagai penguat dan penyubur rambut. Yang belum banyak diketahui adalah bahwa kemiri dapat meredakan beberapa penyakit. Penyakit yang dapat diatasi dengan kemiri antara lain demam, diare, disentri, sariawan, sakit gigi, sembelit, dan bisul. Dengan demikian, kemiri juga bermanfaat sebagai obat. Bagian yang dapat dimanfaatkan adalah bijim kulit, batang, dan daunnya.

Penggalan wacana di atas dapat diparafrasekan sebagai berikut :

“Kemiri banyak manfaatnya selain untuk bumbu dapur, juga berkhasiat sebagai penguat dan penyubur rambut serta dapat dipergunakan obat demam, diare, disentri, sariawan, sakit gigi, sembelit, dan bisul.”

2. Parafrase Bentuk Puisi

Puisi adalah karya sastra yang bahasanya terikat oleh irama, rima, matra, serta penyusunan baris/larik dan bait. Pengungkapan bahasa dalam puisi sering menggunakan makna-makna simbolis. Sehingga tidak jarang terjadi penafsiran makna yang berbeda dalam pemakaian sebuah puisi. Selain hal diatas puisi merupakan karya sastra yang sangat menonjolkan keindahan bahasa, kedalaman makna, dan kepadatan bentuk.

Contoh parafrase dalam bentuk puisi :

Cintaku Jauh di Pulau

Cintaku jauh di pulau,
Gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar,
Di leher kukalungkan oleh-oleh buat si pacar,
Angin membantu, laut terang tapi terasa
Aku tidak'kan sampai padanya

Di air yang tenan, di angin mendayu
Di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertahta, sambil berkata:
"Tunjukan perahu ke pangkuanku saja."

Amboi : jalan sudah bertahun kutempuh
Perahu yang bersama kan merapuh
Mengapa ajal memanggil dulu
Sebelum berpeluk dengan cintaku!?

Manisku jauh di pulau
Kalau kumati dia mati iseng sendiri

Penggalan puisi di atas dapat diparafrasekan sebagai berikut :

Kekasih penyair ada di pulau yang jauh. Kalau penyair mati, gadis itu akan berbuat iseng menghabiskan waktu sendirian. Untuk menuju kekasihnya penyair naik perahu dengan lancar pada waktu terang bulan dengan membawa oleh-oleh. Angin pun membantu, akan tetapi penyair merasa tak akan sampai padanya sebab ajal telah menjemputnya. Penyair putus asa padahal perjalanan untuk menggapai kekasihnya itu sudah lama, dan sebelum sampai perahu sudah rapuh.

3. Parafrase Bentuk Dialog

Contoh parafrase dalam bentuk Dialog :

Budi : Siti itu sudah kaya, jadi tidaklah perlu ia mendapatkan warisan dari emak. Lagipula ia tinggal di luar daerah. Ia tidak mungkin bisa mengejrakan sawah ladang. Lihat, selama ini saya semua yang mengurus . Wah, enak sekali kalau ia juga mendapat Warisan.
Emak : TIdak begitu, budi. Semua berhak atas harta waris dari orang tuanya. Tidak pandang ia laki laki atau perempuan, kaya atau miskin. tinggal di daerah lain atau daerah aslinya. Hukum mengatur demikian, baik hukum adat maupun hukum negara.
Budi : Kalau seperti itu tidak kasihan kepada saya. Yang bertambah kaya, saya yang bertambah miskin. Kalau warisan itu harus dibagi, bukanlah sawah ladang kami akan berkurang dan pasti penghasilan kami jadi berkurang pula.
Siti : (Datang dan mendekat) Ada apa ribut-ribut. Biarlah sawah ladang itu semuanya untuk Mas Budi. Kalaupun diberi, toh saya tidak bisa mengurus. Biarlah tanah disini untuk Mas Budi semua.

Penggalan dialog di atas dapat diparafrasekan sebagai berikut :

“Budi menginginkan semua harta warisan orang tuanya jatuh ke tangannya. Dia tidak ingin membagi warisan itu kepada siti dengan alasan siti sudah kaya dan tinggal di daerah lain, serta tidak pernah ikut mengurusinya. Siti pun merelakannya.”

Cara Membuat Parafrase

Adapun cara untuk membuat parafrase sebagai berikut :

  1. Membaca, memahami isi informasi secara cermat.
  2. Menulis isi atau pokok informasi dengan cara mencari ide pokok teks yang dibaca.
  3. Mengembangkan isi atau pokok informasi dengan kalimat sendiri.

Dalam pembuatan parafrase tidak boleh melakukan perubahan terhadap gagasan intinya. Yang boleh dilakukan hanyalah mengalihkan bahasa pengarang de bahasa anda sendiri.

Untuk membuat parafrase dengan tepat dalam arti tidak menyimpang dari makna dan maksud yang dikehendaki oleh pengarang aslinya, ada kemampuan yang harus dimiliki :

  • Kemampuan memahami secara tepat makna dan maksud obyek yang akan diparafrasekan.
  • Kemampuan mencari bentuk lain yang dapat secara tepat menggunakan obyek parafrase.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.