Teks Eksplanasi : Pengertian, Ciri,Struktur, Kaidah, dan Contoh

Pengertian Teks Eksplanasi

Apa itu Teks Eksplanasi? Teks Eksplanasi adalah teks yang berisi tentang proses mengapa dan bagaimana suatu peristiwa alam, sosial, budaya, dan ilmu pengetahuan lainnya bisa terjadi.

Sedangkan menurut para ahli, definisi pengertian teks eksplanasi ditafsikan dengan cara yang berbeda. Berikut pengertian Teks Eksplanasi menurut para ahli :

  1. Menurut Pardiyono
    Teks eksplanasi adalah upaya menjelaskan proses munculnya gejala alam. Bukan hanya berupa fenomena alam. Ini juga merupakan fenomena sosial.
  2. Menurut Knapp and Watkins
    Teks deskriptif berarti teks yang menggambarkan dua arah. Orientasi pertama menekankan bagaimana dan mengapa fenomena itu terjadi. Arah kedua menekankan apa yang bisa terjadi dalam teks eksplanasi.
  3. Menurut Tomi Rianto
    Teks eksplanasi sebagai format tekstual yang menjelaskan mengapa dan bagaimana suatu peristiwa terjadi. Terlepas dari jenis peristiwanya, seperti peristiwa alam, peristiwa sosial, peristiwa budaya, peristiwa ilmiah, dan sebagainya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Teks Eksplanasi dimaksudkan untuk menjelaskan atau mencoba menjelaskan proses asal mula fenomena tersebut.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

Teks Eksplanasi memiliki ciri-ciri yang dapat berfungsi sebagai pembeda dari teks-teks lainnya. Ciri-ciri Teks Eksplanasi tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Memaparkan atau menjelaskan informasi tentang mengapa dan bagaimana suatu fenomena terjadi.
  2. Fenomena tersebut dapat berupa fenomena alam ataupun sosial.
  3. Memuat penjelasan yang bersifat ilmiah dan sistematis.
  4. Memaparkan urutan kejadian tentang bagaimana suatu fenomena terjadi.

Struktur Teks Eksplanasi

Teks Eksplanasi memiliki struktur yang membangun. Dengan adanya struktur inilah Teks Eksplanasi dapat dibangun. Berikut struktur teks eksplanasi.

1. Judul

Judul teks eksplanasi menggambarkan fenomena yang hendak dijelaskan.

2. Pernyataan Umum

Pernyataan umum dalam teks eksplanasi dapat berisi definisi fenomena yang dijelaskan, karakteristik umum, atau mengapa suatu fenomena terjadi.

3. Urutan Proses Terjadinya Fenomena

Menjelaskan urutan bagaimana terjadinya atau bagaimana cara bekerjanya atau syarat kondisi terjadinya suatu fenomena.

4. Penutup/Simpulan

Penutup dapat berisi simpulan atau opini penulis tentang fenomena yang dijelaskan.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Teks Eksplanasi memiliki kaidah kebahasaan tersendiri sehingga berbeda dengan teks lainnya. Adapun kaidah kebasaan teks eksplanasi adalah sebagai berikut :

  1. Memuat istilah.
  2. Memuat nomina.
  3. Memuat verba material dan tingkah laku.
  4. Menggunakan konjungsi temporer.
  5. Menggunakan konjungsi kausalitas.

Jenis-jenis Teks Eksplanasi

Teks Eksplanasi memiliki beberapa jenis, antara lain sebagai berikut :

1. Teks Eksplanasi Sequential

Jenis teks Eksplanasi ini menjelaskan secara rinci tahapan- tahapan suatu fenomena, seperti urutan daur hidup rantai makanan.

2. Teks Eksplanasi Faktorial

Teks Eksplanasi ini adalah jenis deskripsi yang menggambarkan efek dan konsekuensi dari suatu proses, misalnya dampak penjajahan.

3. Teks Eksplanasi Teoritis

Penjelasan ini mengandung spekulasi tentang potensi di balik fenomena alam. Misalnya, jika Gunung Merapi meletus dapat memicu bencana alam lain yang lebih dahsyat.

4. Teks Eksplanasi Kausal

Teks Eksplanasi adalah jenis penjelasan yang menjelaskan sebab atau sebab dari sesuatu yang berubah secara bertahap. Contoh proses longsor.

Tujuan Teks Eksplanasi

Teks Eksplanasi memiliki tujuan yang ditujukan kepada pembaca dalam setiap teksnya. Tujuan tersebut adalah latar belakang pengarang atau penulis untuk menulis sebuah teks eksplanasi. Berikut adalah tujuan dari penulisan teks eksplanasi.

  1. Menjelaskan fenomena yang terjadi.
  2. Menjelaskan sebab-akibat suatu peristiwa.

Contoh Teks Eksplanasi

Contoh Teks Eksplanasi 1

Keanekaragaman Wayang Indonesia

Indonesia memiliki keberaneka ragam kebudayaan. Salah satunya produk kebudayaan yang terkenal yaitu wayang. Wayang bisa dijadikan pertunjukan yang dibawakan oleh seorang dalang. Wayang pun bermacam-macam tergantung daerah tempat. Wayang Jawa dengan Bali tentu sangat berbeda. Wayang juga terkenal di wilayah Sumatera dan sekitarnya. Pada tanggal 7 November 2003, UNESCO mengakui pertunjukan wayang sebagai produk kebudayaan yang berharga atau dikenal sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity.

Versi wayang pun ada yang berbentuk wayang golek, wayang orang (dimainkan oleh manusia), atau wayang boneka. Dalam sebuah pagelaran wayang Jawa, umumnya cerita yang dibawakan adlaah Mahabarata atau Ramayana. Awal mula wayang dibuat adalah ketika agama Hindu masuk ke Indonesia. Untuk diterima masyarakat, agama Hindu menyesuaikan dengan kebudayaan setempat sehingga dipilihlah wayang sebagai media untuk menjembatani agama Hindu dengan sosial masyarakat. Ketika agama Islam masuk ke indonesia, wayang dibuat dari kulit sapi. Wayang ini merupakan wujud penyesuaian agama islam dengan masyarakat yang ada pada saat itu.

Akulturasi dan perkembangan wayang tidak berhenti di situ saja. Pada tahun 1960 muncullah gerakan misionaris Katholik untuk menyebarkan agama Katholik di Indonesia. Dikembangkan wayang Wahyu di mana cerita yang diangkat wayang Wahyu bersumber dari kitab agama tersebtu. Sekarang wayang menjadi hiburan masyarakat. Terkadang orang merasa tidak lengkap jika tidak menanggap pertunjukan wayang dalam acaranya.

Filosofi dalam wayang selalu bermakna kebaikan dan mengajak untuk berbuat baik. Bahkan di setiap bagian wayang mempunyai makna tersendiri. harapannya melalui pertunjukan wayang, pesan-pesan kebaikan dapat tersampaikan dengan baik ke masyarakat. Kebudayaan wayang ini tentu harus dilestarikan sebagai media dan bahan ajar dalam sekolah-sekolah terutama.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.