Teks Eksposisi : Pengertian, Ciri, Struktur dan Contoh

Pengertian Teks Eksposisi

Pengertian Teks Eksposisi adalah teks yang mengandung gagasan dan fakta atau sebuah informasi tentang sesuatu yang ada dan benar terjadi. Di dalam teks tersebut terdapat perkenalan isu atau masalah serta rangkaian argumen dari penulis. Rangkaian argumen yang digunakan oleh penulis mendukung isu atau masalah yang menjadi topik bahasan. Adapun Teks Eksposisi memiliki ciri, unsur, struktur, serta pola yang kita bahas semuanya secara lengkap dibawah ini.

Ciri-Ciri Teks Eksposisi

  1. Berisi Informasi
    Dalam teks eksposisi mengandung informasi yang menjelaskan tentang sesuatu yang benar ada dan benar terjadi.
  2. Penulisan Lugas
    Teks Eksposisi hanya menyampaikan hal-hal yang diperlukan saja. Penulisannya dilakukan dengan singkat dan tidak keluar dari topik pembahasan.
  3. Berbahasa Baku
    Dalam penulisan teks eksposisi bukan menggunakan bahasa gaul. Kosa kata yang dipilih merupakan bahasa yang sifatnya santai dan bisa dipahami.
  4. Objektif atau Tidak Memihak
    Dalam penulisan teks eksposisi, penulis tidak bisa memasukan opini pribadi yang bisa menggiring opini pembaca nantinya. Hanya informasi, tanpa pendapat pribadi dan tanpa opini.

Unsur-Unsur Teks Eksposisi

Teks eksposisi memiliki unsur-unsur dalam penulisannya, antara lain :

  1. Gagasan

Gagasan biasanya berupa komentar, penilaian, saran, dorongan, dan bujukan yang mendasari penulis dalam menuliskan buah pemikirannya. Namun gagasan tersebut harus didukung oleh data dan fakta, yang fakta tersebut menjadi unsur kedua dari teks eksposisi.

  1. Fakta atau Data

Dalam unsur ini fakta biasanya berupa kenyataan atau sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi. Fakta disini tidak harus menggunakan berupa angka, namun juga bisa mengutip pernyataan para ahli untuk memperkuat gagasan yang disampaikan. Dan jangan lupa untuk memberikan catatan kaki atau daftar pustaka supaya kamu tidak terjerat plagiasi. 

Struktur Teks Eksposisi

Teks eksposisi terdiri dari beberapa struktur antara lain :

  • Tesis (Pernyataan Umum)
    Tesis (Pernyataan Umum) berupa pengenalan isu, masalah, ataupun pandangan penulis secara umum berupa tentang topik yang akan dibahasnya.
  • Rangkaian Argumen
    Rangkaian argumen berupa pendapat penulis sebagai penjelasan atas tesis yang dikemukakan sebelumnya. Pada bagian ini sejumlah fakta dikemukakan untuk memperkuat argumen-argumen penulis.
  • Penegasan Ulang
    penegasan ulang berupa perumusan kembali secara singkat.

Pola Teks Eksposisi

Pada teks eksposisi terdapat empat jenis pola pengembangan, antara lain :

  • Pola Umum Khusus
    Pada Pola Umum khusus, ide pokok terletak pada awal paragraf atau paragraf deduktif.
  • Pola Khusus Umum
    Pada Pola Khusus Umum, meletakkan ide pokok pada akhir paragraf.
  • Pola Ilustrasi
    Pada Pola Ilustrasi. sebuah gagasan yang terlalu memerlukan ilustrasi konkret. Ilustrasi tersebut berfungsi untuk membuktikan suatu pendapat atau argumen.
  • Pola Perbandingan
    Pada pola perbandingan, suatu perbadingan diperlukan untuk meyakinkan argumen atau pendapat.

Contoh Teks Eksposisi

Indonesia, Nomor Dua Penyumbang Sampah Plastik

Saat ini, sampah plastik menjadi bahan pembicaraan yang hangat. Hal ini disebabkan indonesia sebagai penymbang sampah plastik nomor dua setelah Tiongkok. Sampah plastik bermacam-macam bentuknya, diantaranya kantong plastik, perabotan rumah tangga, mainan anak-anak hingga botol minuman plastik.

Pada tahun 2016, di indonesia penggunaan plastik mengalami peningkatan. Seakan terbuai dengan keunggulan plastik, masyarakat indonesia mengesampingkan akibat fatal yang ditimbulkan oleh plastik. Plastik membutuhkan waktu yang relatif lama untuk diuraikan. Terlebih indonesia belum mempunyai keahlian dalam mengelola limbah sampah plastik yang semakin menumpuk.

Akibat menumpuknya sampah, akan menyumbat aliran sungai yang akan menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir. Tidak hanya banjir, pemandangan tidak sedap dan pemanasan global merupakan dampak negatif dari sampah plastik.

Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) mencatat setiap tahun 1,29 juta ton meter sampah dibuang ke sungai dan bermuara di lautan. Dari jumlah itu, 13.000 plastik mengapung di setiap kilometer persegi setiap tahunnya. Jumlah 13.000 plastik tersebut menobatkan indonesia sebagai penyumbang sampah plastik kedua setelah Tiongkok. Sekretaris KIARA, Susan Herawati mengatakan bahwa makin banyak sampah plastik di lautan yang mengancam kelestarian ekosistem di lautan indonesia. Pada akhirnya, hal ini akan berdampak bagi rakyat Indonesia.

Jangan sampai hanya karena terlena dengan keunggulan plastik, kita justru merusak sumber daya alam indonesia, seperti sungai dan laut yang terpenuhi oleh sampah plastik. Mulai dari sekarang, kita harus melakukan gerakan kecil dengan mengurangi penggunaan bahan plastik dan membuang sampah plastik pada tempat yang sudah disediakan. Mulai sekarang, stop membuang limbah sampah plastik disaluran air, sungai, bahkan laut.

5/5 - (1 vote)
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.