Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi Dasar Negara

Pancasila telah menjadi dasar ideologi negara kita Republik Indonesia sejak awal kemerdekaan yang dipersiapkan dalam sidang BPUPKI. Pada dasarnya ideologi mendasari tingkah laku manusia dalam berkehidupan sebagai anggota kelompok, masyarakat, bangsa, dan negara. Maka dari itu ideologi berfungsi untuk mengarahkan, mengendalikan tingkah laku manusia dalam kehidupan berkelompok, masyarakat, bangsa, dan negara.

Fungsi dari Ideologi menurut Soerjanto Poespowardojo yaitu:

  1. Struktur kognitif, yaitu keseluruhan pengetahuan yang merupakan landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian-kejadian sekitarnya.
  2. Orientasi dasar, dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukkan tujuan dalam kehidupan masyarakat.
  3. Norma-norma yang menjadi pedoman dan pegangan bagi seseorang untuk melangkah dan bertindak.
  4. Bekal dan jalan bagi seseorang untuk menentukan identitasnya.
  5. Kekuatan yang mampu menyemangati dan mendorong seseorang untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan.
  6. Pendidikan bagi seseorang atau masyarakat untuk memahami, menghayati serta mempolakan tingkah lakunya sesuai dengan orientasi dan norma-norma yang terkandung didalamnya.

ads stream

Sedangkan fungsi ideologi menrutu Sastrapratedja adalah :

  1. Membentuk identitas kelompok atau bangsa.
  2. Mempersatukan keseragaman dengan menggunakan semboyan-semboyan.
  3. Mengatasi berbagai konflik yang timbul dalam kehidupan suatu kelompok atau masyarakat tertentu.
  4. Pencipta solidaritas dengan mengangkat berbagai perbedaan dalam tata nilai yang lebih tinggi.

Adapun fungsi dari Pancasila sebagai berikut :

Fungsi Pancasila

1. Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia

Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia digunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan negara atau digunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. Hal tersebut berarti bahwa segala sesuatu yang mengenai tata kehidupan bernegara harus didasarkan kepada Pancasila termasuk aturan hukum dan perundang-undangan yang mengatur kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

2. Pancasila sebagai Sumber dari segala Sumber Hukum Negara

Penggunaan istilah sumber dari segala sumber hukum berarti mempunyai hubungan yang erat dengan fungsi pokok Pancasila sebagai Dasar Negara. Sebab mengatur dan menyelenggarakan Pemerintahan dalam negara hukum diwujudkan dalam aturan-aturan hukum, dalam tertib hukum di indonesia terdapat susunan hirarki di peraturan perundangan yang berlaku berdasarkan UU No.10 Tahun 2004 yaitu:

  1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
  2. Undang-Undang /Peraturan Pemerintahan Pengganti Undang-Undang.
  3. Peraturan Pemerintah.
  4. Peraturan Presiden.
  5. Peraturan Daerah.

Dalam UU RI No.10 tahun 2004 kedudukan Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum negara.

3. Pancasila sebagai Pandangan Hidup

Pancasila sebagai pandangan hidup dapat mempersatukan kita, serta memberi petunjuk dalam mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan lahir dan batin dalam bermasyarakat yang majemuk. Hal ini menunjukkan bahwa Pancasila digunakan sebagai pegangan atau petunjuk dalam kehidupan sehari-hari warga negara indonesia. Dan juga sebagai petunjuk arah semua kegiatan atau aktifitas hidup dan kehidupan. Dalam kehidupan suatu bangsa adanya pandangan hidup sangat diperlukan sebab dengan pandangan hidup suatu bangsa akan memandang persoalan-persoalan yang dihadapinya dan menentukan arah serta cara bagaimana bangsa memecahkan persoalan persoalan yang dihadapi sehingga tidak terombang ambing dalam mengahadapi persoalan-persoalan besar, baik yang datang dari dalam masyarakat, bangsa maupun dari luar. Memiliki pegangan dalam pedoman bagaimana ia memecahkan masalah-masalah politik, ekonomi, sosial dan budaya. Mempunyai pedoman bagaimana bangsa itu membangun dirinya.

4. Pancasila sebagai Jiwa dan Kepribadian Bangsa Indonesia

Pancasila sebagai bangsa jiwa dan kepribadian, berarti Pancasila memberikan corak yang khas bagi Bangsa Indonesia, serta merupakan ciri khas yang membedakan bangsa indonesia dengan bangsa lain. Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila bisa juga dimiliki bangsa lain di dunia ini, akan tetapi kelima sila yang merupakan kesatuan yang tidak terpisah-pisah itulah yang menjadi ciri khas Bangsa Indonesia. Jiwa Pancasila sebenarnya telah ada sejak berabad-abad lamanya dalam kehidupan Bangsa Indonesia dan keberadaanya bersamaan dengan adanya Bangsa Indonesia dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan Bangsa Indonesia.

5. Pancasila sebagai Perjanjian Luhur Rakyat Indonesia

Pancasila sebagai hasil persetujuan bersama wakil-wakil rakyat menjelang dan sesudah proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, oleh karena itu maka, pancasila menjadi mengikat kita bersama dan perjanjian itu untuk kita hormat dan dilaksanakan bersama bukan sekedar karena ia ditemukan dari kandungan kepribadian dan cita-cita bangsa indonesia yang terdalam selama berabad-abad yang lalu, melainkan karena Pancasila itu telah mampu membuktikan kebenaranya telah diuji dari sejarah perjuangan bangsa.

6. Pancasila sebagai tujuan yang akan tercapai Bangsa Indonesia

Tujuan yang ingin dicapai oleh Bangsa Indonesia yaitu suatu masyarakat adil dan makmur yang merata berdasarkan Pancasila dalam wadah NKRI yang merdeka, berdaulat, bersatu, berkedaluatan rakyat dalam suasana perikehidupan bangsa yang aman, tentram, tertib, dan dinamis serta dalam lingkungan pergaulan dunia yang merdeka, bersahabat, tertib dan damai secara singkat yang hendak diwujudkan adalah “Masyarakat Pancasila”.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.