Klasifikasi Hewan : Penjelasan, Ciri, dan Contohnya

Dibandingkan dengan tumbuhan, jenis hewan yang berada di dunia lebih banyak. Oleh karena itu untuk mengklasifikasinyapun lebih rumit dan untuk lebih mudahnya kita membagi dunia hewan menurut ruas-ruas tulang belakang. Sedangkan untuk dunia hewan dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, antara lain :

Klasifikasi Dunia Hewan

1. Hewan Avertebrata (Invertebrata)

Hewan Avertebrata (Invertebrata) terbagi atas beberapa Filum, diantaranya adalah :

  1. Hewan ber sel satu (Filum Protozoa)
  2. Hewan berpori (Filum Porifera)
  3. Hewan berongga (Filum Coelentterata)
  4. Hewan cacing (Vermes)
  5. Hewan lunak (Filum Mollusca)
  6. Hewan berkulit duri (Filum Echinodermata)
  7. Hewan berbuku buku (Filum Arthropoda)

2. Hewan tak Bertulang Belakang (Vertebrata)

Hewan tak bertulang belakang di bagi menjadi beberapa kelas, diantaranya adalah:

  1. Hewan ikan (Kelas Pisces)
  2. Hewan amfibi (Kelas Amphibia)
  3. Hewan melata (Kelas Reptilia)
  4. Hewan unggas (Kelas Eves)
  5. Hewan menyusui (Kelas Mamalia)

Berikut uraian masing masing dari kelas hewan bertulang belakang dan hewan tak bertulang belakang.

1. Hewan Bersel Satu (Protozoa)

Ciri-ciri hewan bersel satu adalah :

  • Tubuhnya sangat kecil dan tidak bisa terlihat oleh mata manusia kecuali menggunakan microscope.
  • Makanannya berupa makhluk bersel satu yang lainnya atau bagian-bagian terkecil sisa hewan dan tumbuhan.
  • Berkembang biak dengan membelah diri.

Hewan bersel satu masih dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, antara lain :

a. Hewan berkaki semu (Rhizopoda)

Ciri khas alat gerak hewan berkaki semu adalah pseupodia atau kaki semu. Sedangkan kaki semu itu dibentuk melalui penonjolanpenonjolan plasma. Misalnya :

  • Diflugia yang hidupnya di air tawar.
  • Amoeba proteus yang hidupnya bebas di air.
  • Entamoeba coli yang hidupnya di dalam usus tubuh manusia.
  • Entamoeba dysentriae yang hidupnya di dalam tubuh manusia.
  • Radioloria diaman endapannya berubah dan membentuk lapisan tanah yang dimanfaatkan sebagai alat pengkilap.
  • Foraminiferea organisme eukariot uniseluler yang hidup di laut.
  • Arcella yang hidupnya di air tawar.

b. Hewan berbulu cambuk (Flagellata)

Ciri-ciri hewan yang berbulu cambuk adalah :

  • Hidupnya bebas di dalam air dan hidup sebagai parasit.
  • Bergerak dengan menggunakan bulu cambuknya (flagel).

Contoh hewan yang berbulu cambuk adalah :

  • Euglena
  • Volvox
  • Noctiluka
  • Trypanosoma
  • Astasia

c. Hewan berambut getar (Cilliata)

Hewan berambut getar bergerak dengan menggunakan rambut-rambut halus yang selalu bergetar (silia) dan silia dapat dimanfaatkan untuk mengambil makanan.

Contoh hewan yang berambut getar (cilliata) adalah :

  • Paramaecium
  • Vorticella
  • Stentor
  • Stylonichia
  • DIdinium
  • Balantidium coli

d. Hewan berspora (Sporazoa)

Hewan berspora adalah di dalam manusia/hewan dan sebagai parasit. Sedangkan dinamakan hewan berspora karena membentuk spora dan hewan tersebut berkembang biak dengan cara vegetatif dan secara generatif.

Contoh hewan berspora adalah :

  • Plasmodium falcivarum
  • Plasmodium vivax
  • Plasmodium malariae

2. Hewan Berpori (Porifera)

Ciri-ciri hewan berpori adalah :

  • Mempunyai banyak sel.
  • Permukaan tubuhnya banyak ditumbuhi pori halus yang berguna untuk seluruh air masuk ke dalam tubuh.
  • Hidupnya berkoloni, melekat pada dasar perairan yang tidak terlalu dalam.
  • Berkembang biar dengan cara vegenatif( dengan membentuk tunas) dan cara generatif ( dengan cara mempersatukan sel telor dengan sel sperma yang membentuk zygote).
  • Mempunyai kerangka dua, yaitu teridir dari zat kapur yang membentuk serabutserabut (Spongin).

3. Hewan Berongga (Coelentrata)

Ciri-ciri hewan berongga adalah :

  • Memiliki satu lubang sebagai mulut dan anus.
  • Bentuk tubuhnya kaya kantung yang berongga.
  • Hidup di air laut.
  • Bernafas dengan menggunakan seluruh permukaan tubuhnya.
  • Berkembang biak dengan cara vegetatif dan genetatif.
  • Memiliki zat racun yang dapat digunakan untuk menangkap mangsanya dan untuk melindungi dirinya.

Contoh hewan berongga adalah :

  • Mawar laut (Anemon).
  • Hydra.
  • Akar bahar.
  • Ubur-ubur.
  • Hewan karang
ubur-ubur
ubur-ubur

Hewan berongga dapat dibedakan menjadi dua kelompok, diantaranya adalah :

  1. Medusa
    Medusa adalah suatu bentuk yang bisa berenang-renang dengan bebas di air.
  2. Polip
    Polip adalah suatu bentuk dimana tidak bisa berpindah tempat dengan secara leluasa.

4. Hewan Cacing (Vermes)

cacing
cacing

Cacing adalah hewan kecil, memanjang dan lunak tidak memiliki rongga serta tidak mempunyai kaki, bentuk tubuhnya simteri bilateral.

Klasifikasi Cacing

Hewan cacing dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, diantaranya adalah :

1. Cacing pipih (Platy thelminthes)

Ciri-ciri cacing pipih adalah :

  • Tidak memiliki rongga badan dan anus.
  • Bentuk tubuh pipih dan lembut.
  • Memiliki dua kelamin.
  • Sebagai parasit pada manusia ataupun hewan.
  • Tidak memiliki peredaran darah dan pernapasan.
  • Memiliki bintik mata.
  • Hidupnya bebas (hidup dimana saja).

Sedangkan cacing pipih dibedakan menjadi tiga macam, antara lain adalah :

a. Cacing getar (Turbelaria)
Contohnya : Planaria.
Ciri-ciri cacing getar adalah :

  • mempunyau bulu getar.
  • bergerak dengan menggunakan otot.
  • hidup bebas.

b. Cacing hisap (Trematoda).
Contohnya : Fasciola hepatica.
Ciri-ciri cacing hisap adalah :

  • hidupnya sebagai parasit.
  • mempunyai alat hisap.

c. Cacing pita (Cestoda).

Contohnya : Taenia solium (cacing pita babi), Taenia saginata (cacing pita sapi), Echinococcus granulosus (cacing pita anjing).

Ciri-ciri cacing hisap adalah :

  • hidup sebagai parasit.
  • bentuk seperti pita, beruas-ruas.
  • tidak mempunyai alat pencernaan.

2. Cacing Giling (Nemathelminthes)

Contoh cacing giling : Cacing tambang, cacing perut, cacing kremi.

Ciri-ciri cacing giling adalah :

  • Badannya beruas-ruas.
  • Bentuknya bulat panjang dan mempunyai ujung runcing.
  • Mulutnya terletak di depan tubuh dan anusnya berada dibagian sisi bawah tubuh ujung belakang.
  • Kulitnya licin dan tidak berwarna.

3. Cacing Gelang (Annelida).

Ciri-ciri cacing giling adalah :

  • bentuk tubuhnya bulat panjang.
  • memiliki mulut di ujung depan.
  • memiliki anus di ujung belakang.
  • mempunyai rongga badan yang berada diantara kulit dan dinding ususnya.
  • tubuh tersusun dari cincin-cincin atau berupa gelang-gelang yang saling berhubungan.
  • bisa hidup di air laut, di tanah dan di air tawar.

Cacing gelang dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu :

1. Chaetopoda (cacing rambut)

Cacing rambut terbagi lagi menjadi dua bagian, yaitu:

a. Cacing yang berambut sedikit (Oligochaeta).
Ciri-cirinya yaitu :

  • hidup di air tawar atau darat.
  • tidak memiliki mata.
  • tidak memiliki kaki tetapi bergerak dengan memanjangkan dan memendekan tubuhnya.
  • mempunyai daya regenerasi.

Contohnya : cacing tanah (lubricus terrestris).

b. cacing yang berambut banyak (Polychaeta)
Ciri-cirinya yaitu :

  • hidup di air laut.
  • mempunyai banyak rambut-rambut muda.
  • warna rambutnya mencolok atau campuran.
  • dikepalanya terdapat mulut, mata, dan tentakel.

Contohnya : cacing palolo dan cacing wawo.

2. Cacing penghisap darah (Hirudinae).

Ciri-ciri cacing penghisap darah yaitu :

  • Tidak mempunyai rambut.
  • hidupnya didarat (pacet) dan di air di air (lintah).
  • bernafas dengan menggunakan insang atau stigma.
  • ludanya mengandung zat anti beku darah.
  • tubuhnya pipih melebar dengan dua alat penghisap.
  • mulutnya berbentuk segitiga.
  • memiliki gigi khitin atau zat tanduk.

5. Hewan Lunak (Mollusca).

Ciri-ciri hewan yang lunak yaitu :

  • tubuhnya lunak.
  • tubuhnya dilindungi oleh cangkang yang terbuat dari zat kapur.
  • tidak berbuku-buku tetapi mengandung banyak lendir.

Hewan lunak dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, antara lain :

  1. Bangsa Kerang (Lamellibranchiata).
    Ciri-cirinya adalah :
    • Tubuh kerang terdiri dari kaki yang terletak di tengah tubuhnya dan diapit oleh dua insang yaitu disebelah kanan dan sebelah kiri.
    • Hidupnya di air tawar , laut, rawa-rawa, sungai dan lumpur.
    • mempunyai lubang mulut yang terdapat pada muka kaki di bagian otot penutup depan.
    • tubuhnya ditutupi oleh mantel dan dilindungi oleh cangkang dari zat kapur.

Sedangkan cangkang dapat dibagi menjadi tiga bagian antara lain :

  • Lapisan kitin, lapisan kuat, berwarna hitam kehijauan dan tersusun dari zat tanduk.
  • Lapisan kapur, tebal dan kuat dan tersusun atas zat kapur.
  • Lapisan mutiara, yang tersusun dari lapisan zat kapur yang sangat tipis.
  1. Bangsa Siput (Gastropoda).
    Ciri-cirinya adalah :
    • Hidupnya di darat, air tawar atau di air laut.
    • Berjalan dengan menggunakan otot perut.
    • Mempunyai alat kelamin jantan dan betina.
    • Memakan tumbuh-tumbuhan.
    • Memiliki cangkang yang terbentuk kerucut.
    • Siput darat bernafas dengan paru-paru dan siput air bernafas dengan insang.
    • Pada kepalanya terdapat sungut peraba dan mulut.
    • Memiliki mata yang berada di ujung sungut.
    • Mempunyai lidah yang kasar pada mulutnya.
  2. Bangsa Cumi-Cumi (Chepalopoda).
    Ciri-ciri bangsa cumi-cumi adalah :
    • Berkaki dan berkepala
    • Hidupnya di air laut.
    • Memiliki cangkang yang berada di dalam tubuhnya.
    • Memiliki zat pewarna yang dikeluarkan bila dalam bahaya dan dikeluarkan dari rongga mantel.
    • Bergerak dengan menggunakan tentakel dan siripnya.

6. Hewan Berbuku-Buku (Arthropoda).

Ciri-ciri hewan yang berbuku-buku adalah :

  • kakinya yang beruas-ruas atau bersegmen
  • bentuk tubuh simetris bilateral dan terlindungi oleh rangka luar yang kaku berupa kutikula yang mengandung zat kitin (eksoskelleton)
  • perbedaan antara kepala dan perut sangat terlihat jelas.
  • Matanya majemuk dan antenanya peka terhadap rangsangan.
  • Anthropoda merupakan filum dengan anggota paling banyak, baik jenis maupun individunya.
  • Anthropoda dapat hidup di sebagian besar tempat, dapat di darat, air tawar, air laut, di udara, menempel di pohon, bahkan dapat hidup di atas kepala manusia.
  • Anthropoda dapat hidup bebas dan ada juga yang menjadi parasit.
  • Anthropoda dapat bernapas dengan menggunakan trakea dan oksigen langsung ditransfer ke dalam sel dan jaringan.

Sedangkan hewan yang berbuku-buku diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, antara lain :

1. Serangga (Insecta).

Ciri-ciri serangga adalah :

  • Mempunyai kepala, perut dan dada.
  • Mempunyai dua pasang sayap yang terletak di ruas kedua dan ketiga.
  • Bernafas dengan sistem trakhea yang bermuara pada stigma.
  • Mengalami metamorfosis.
  • Bagian adanya beruas tiga dan setiap ruas memiliki sepasang kaki.
  • Alat pencernaanya dimulai dari mulut-usus-anus.
  • Memiliki sepasang alat peraba yang terdapat di kepalanya.
  • Memiliki tangga tali atau susunan saraf.
  • Peredaran darahnya terbuka.

Metamorfosis sendiri terbagi menjadi dua tahap, antara lain :

a. Metamorfosis Sempurna (Holometabola)

Tahap-tahap metamorfosis sempurna dimulai dari telur-larva-kepompong-serangga dewasa.
Contohnya : Lebah dan semut.

b. Metamorfosis tidak Sempurna (Hemimetabola).

Tahap-tahap metamorfosis tidak sempurna dimulai dari telur–larva-serangga dewasa.
Contohnya : Jangkrik, Belalang, Laron, dan rayap.

2. Laba-Laba (Arachnoidea)

Ciri-ciri laba-laba adalah :

  • Tubuhnya dapat terbagi dua.
  • Memiliki dua pasang alat mulut.
  • Memiliki sepasang mata tunggal yang besar dan beberapa pasang mata tunggal yang kecil.
  • Memiliki empat pasang kaki.
  • Memiliki perut.
  • Bernafas dengan menggunakan paru-paru buku.
  • Memiliki sepasang capit dan gigi catut yang berfungsi sebagai alat mulut.

Sedangkan laba-laba dapat digolongkan dalam beberapa bagian, antara lain :

  • Laba-laba
  • Ceplak (tungau)
  • Kala

3. Udang-Udangan (Crustacea)

Ciri-ciri udang-udangan adalah :

  • Tubuhnya ada dua bagian yaitu kepala dan dada.
  • Bernafas dengan menggunakan insang.
  • Hidup di air.
  • Memiliki sepasang antena pendek dan lima pasang kaki.
  • Hampir semua ruasnya ada perutnya dan mempunyai sepasang kaki.

Contoh Udang-udangan yaitu kepiting, udang, rajungan, kampret, ketam, yuy, teritip.

4. Lipan (Myriapoda)

lipan
lipan

Ciriciri lipan yaitu :

  • Tubuhnya beruas-ruas dan panjang, dimana tiap ruas terdapat sepasang kaki.
  • Tubuhnya terdiri dari kepala, dan badan belakang.
  • Memiliki banyak kaki.
  • Sistem sarafnya tangga tali.
  • Bernafas dengan menggunakan trakhea.
  • Memiliki sepasang antena pada kepalanya.

7. Hewan Berkulit Duri (Echinodermata).

Ciri-ciri hewan yang berkulit duri adalah :

  • Hidupnya di air.
  • Kulitnya berduri-duri dan memiliki lempeng-lempeng kapur yang berfungsi sebagai rangka.
  • Bentuk tubuhnya simetri radial
  • Tidak mempunyai kepala yang jelas.
  • Mempunyai gigi catut.
  • Bergerak dengan menggunakan kaki ambulakral yang berbentuk tabung kecil.
  • Pada ujung kaki ambrulakral terdapat alat penghisap yang berguna melekatkan dirinya pada suatu tempat.

Sedangkan hewan yang tergolong pada hewan yang berkulit duri adalah :

  1. Binatang laut (Asteroidea)
    Contohnya : Bintang laut merah dan bintang laut biru.
  2. Lilia laut (Crinoidea)
  3. Landak laut (Echinoidea)
  4. Tripang (Holothuroidea)
  5. Bintang Ular (Ophiuroidea)

8. Bangsa Ikan (Pisces).

Ciri-ciri bangsa ikan yaitu :

  • Alat pernafasannya berupa insang.
  • Hidup di air.
  • Peredaran darahnya tunggal.
  • Suhu tubuhnya dingin.
  • Berkembang biak dengan bertelur.
  • Memiliki sirip yang digunakan untuk berenang.
  • Memiliki sisik yang digunakan untuk menjaga keseimbangan dan menentukan arah gerak dalam air.

Adapun bangsa ikan dapat digolongkan menjadi beberapa bagian antara lain adalah :

  1. Ikan bertulang keras.
    Contohnya : Ikan kakap, ikan emas, ikan lele, ikan bandeng dan lainnya.
  2. Ikan bertulang lunak.
    Contohnya : Ikan cucut, ikan pari, ikan hiu dan lainnya.

9. Hewan Melata (Reptilia).

Hewan melata adalah salah satu kelas yang terdapat dalam filum Chordata di kingdom Animalia. Reptil berasal dari bahasa Latin yaitu reptans yang artinya melata atau merayap.

Ciri-ciri hewan melata adalah :

  • Bernafas dengan menggunakan paru-paru.
  • Mempunyai sisik ditubuhnya yang tidak digunakan untuk menjaga agar cairan tubuhnya tidak kering.
  • Hewan berdarah dingin.
  • Bergerak dengan merayap atau melata.

Hewan melata dapat digolongkan menjadi beberapa kelompok, antara lain :

  1. Bangsa kadal dan cicak.
    Contoh : Biawak, kadal, tokek, cecak terbang, bunglon.
  2. Bangsa ular.
    Contoh : Ular entong, cobra, ular jagung, ular belang, dan lainnya.
  3. Bangsa Buaya (Crocodilia).
    Contoh : Aligator, buaya muara, buaya nil dan lainnya.
  4. Bangsa kura-kura (Chelonia).
    Contoh :Kura-kura, bulus, penyu.

10. Hewan Amfibi (Amphibia).

Ciri-ciri hewan amfibi adalah :

  • Mengalami metamorphose.
  • Berdarah dingin.
  • Memiliki dua pasang kaki yang digunakan untuk melompat dan berenang.
  • Berkembang biak dengan bertelur di dalam air.
  • Dikepalanya terdapat mulut, mata, lubang hidung yang berkatup dan selaput pendengaran.
  • Bernafas dengan menggunakan insang dan hidupnya di dalam air itu yang berupa berundu dan bagi dewasa bernafas dengan paru-paru serta hidupnya di darat yang dekat dengan air.
  • Tubuhnya ditutupi oleh kulit yang tipis dan hampir selalu basah.

Siklus Perkembangan Katak

  1. Telur
  2. Telur menetas menjadi embrio
  3. Menjadi berundu dan membentuk insang sekaligus digunakan untuk bernafas.
  4. Menjadi berundu dan berkembang mengeluarkan kaki dan paruhnya.
  5. Kembudian berkembang menjadi katak muda dan bernafas berubah menggunakan paru-paru.
  6. Setelah menjadi katak muda ekornya hilang dan akhir menjadi katak dewasa.
perkembangan katak
perkembangan katak

11. Unggas/Burung (Aves).

Ciri-ciri burung adalah :

  • Banyak ditumbuhi bulu yang dimanfaatkan untuk menghangatkan tubuh.
  • Hewan berdarah panas.
  • Memiliki sayap yang digunakan untuk terbang atau bergerak.
  • Memiliki sepasang kaki.
  • Memiliki paruh.
  • Bernafas dengan menggunakan paru-paru.
  • Berkembang biak dengan bertelur.

Burung dapat digolongkan menjadi dua kelompok, yaitu:

  1. Burung yang terbang
    Contoh : Burung dara, berkutut, muri, elang dan lainnya.
  2. Burung yang tidak bisa terbang,
    Contoh : Pinguin, burung unta, dan lainnya.

12. Hewan Menyusui (Mammalia).

Ciri-ciri hewan menyusui (mammalia) adalah :

  • Berkembang biak dengan melahirkan.
  • Menyusui anaknya.
  • Hidupnya di darat dan di air.
  • Memiliki dua pasang anggota badan (sepasang kaki dan sepasang sayap atau sepasang kaki dan sepasang tangan).
  • Berdarah panas.
  • Bernafas dengan menggunakan paru-paru.
  • Tubuhnya ditumbuhi rambut halus atau kasar.
  • Ujung jari berkuku.

Sedangkan hewan menyusui dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian, antara lain :

  1. Mammalia berkantung.
    Contoh : Kanguru, Opossun, Kaskus, Koala.
  2. Mammalia bertelur.
    Contoh : Platipus, Echidna.
  3. Bangsa Kera.
    Contoh : Gorilla, Orang utan, Simpanse.
  4. Bangsa Ikan.
    Contoh : Ikan duyung pesut, lumba-lumba, paus.
  5. Bangsa Mengerat.
    Contoh : Marmut, Tikus, Kelinci, Tupai.
  6. Bangsa Kelelawar.
    Contoh : Kalong, Kelelawar.
  7. Bangsa berbelalai.
    Contoh : Tapir dan gajah.
  8. Bangsa menyusui.
    Contoh : Kambing, kerbau, sapi.
  9. Bangsa menyusui yang bersisik.
    Contoh : Trenggiling.
  10. Binatang Buas
    Contoh : Harimau, singa, anjing.
  11. Binatang pemakan serangga.
    Contoh : Landak, Celurut.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.