Pengertian Metode Ilmiah, Fungsi, Langkah, dan Sikap Ilmiah

Ilmu pengetahuan merupakan pengetahuan yang telah diolah kembali dan disusun secara metodis, sistematis, dan koheren. Karena hasil serapan pancaindra dan cakupan pengalaman manusia itu sedemikian luas dan beraneka ragam maka pengetahuan manusia juga demikian. Sedangkan suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan disebut penelitian (research). Usaha-usaha tersebut dilakukan dengan metode ilmiah.

Jadi, Metode Ilmiah adalah suatu cara sistematis, objektif, dan terkontrol yang digunakan oleh para ilmuwan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Adanya masalah tersebut akan mendorong kita untuk melakukan pengamatan untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Pengamatan dapat dilakukan secara langsung dengan pancaindra kita atau dapat pula dilakukan dengan menggunakan alat bantu. Semua informasi yang diperoleh melalui observasi dari suatu kejadian disebut petunjuk empiris.

Fungsi Metode Ilmiah

Metode Ilmiah memiliki fungsi atau kegunakan dalam kehidupan manusia, antara lain :

  1. Membantu memecahkan permasalahan dengan penalaran dan pembuktian yang memuaskan.
  2. Menguji hasil penelitian orang lain sehingga diperoleh kebenaran yang objektif.
  3. Memecahkan atau menemukan jawaban rahasia alam yang sebelumnya masih menjadi teka-teki.

Langkah-Langkah Metode Ilmiah

Pelaksanaan metode ilmiah dapat dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah yang sistematis, objektif, dan terkontrol. Adapun langkah-langkah metode ilmiah dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Merumuskan masalah.
    Masalah adalah sesuatu yang harus diselesaikan.
  2. Pengamatan (observasi)
    Pengamatan (observasi) terhadap lingkungan sekitar untuk menentukan objek yang paling tepat untuk melakukan penelitian.
  3. Mengumpulkan keterangan.
    segala informasi yang mengarah dan dekat pada pemecahan masalah. Caranya dengan melakukan pengamatan atau studi kepustakaan. Langkah ini sering disebut juga menkaji teori atau kajian pustaka.
  4. Menyusun Hipotesis.
    Hipotesis merupakan jawaban sementara yang disusun berdasarkan data atau keterangan yang diperoleh selama observasi atau tela’ah pustaka. Hipotesis ini selanjutnya akan diuji kebenerannya.
  5. Menguji Hipotesis dengan cara melakukan percobaan atau penelitian (eksperimen).
  6. Mengolah data hasil percobaan dengan menggunakan metode statistik untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil penelitian dengan metode ini adalah data yang objektif, tidak dipengaruhi subjektivitas ilmuan, peneliti, dan universal (dilakukan di mana saja dan oleh siapa saja akan memberikan hasil yang sama).
  7. Menarik kesimpulan dari penelitian yang dilakukan setelah penelitian dilakukan berulang-ulang.
  8. Menguji kesimpulan. Untuk meyakinkan kebenaran hipotesis melalui hasil percobaan perlu dilakukan uji ulang. Apabila hasil uji ulang senantiasa mendukung hipotesis maka hipotesis itu menjadi kaidah (hukum) dan bahkan menjadi teori.

Sikap Ilmiah

Metode Ilmiah didasari oleh sikap ilmiah. Sikap ilmiah semestinya dimiliki oleh setiap peneliti dan ilmuwan. Sikap ilmiah antara lain sebagai berikut :

  1. Rasa ingin tahu terhadap sesuatu di alam sekitar yang diikuti dengan penelitian terhadap objek tersebut.
  2. Jujur serta selalu menerima kenyataan hasil penelitian, tidak mengada-ada, dan tidak boleh mengubah data hasil penelitian.
  3. Objektif, hasil penelitian sesuai fakta yang ada dan tidak dipengaruhi oleh perasaan pribadi.
  4. Teliti dalam melakukan penelitian, tidak ceroboh dan tidak melakukan kesalahan.
  5. Tekun dalam melakukan penelitian terhadap suatu masalah dan tidak putus asa.
  6. Terbuka artinya mau menerima pendapat yang benar dari orang lain.
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.