Pengertian, Rumusan, dan Menyusun Hipotesis

Setelah melakukan perumusan masalah yang berupa pertanyaan, akan menimbulkan jawaban-jawaban yang bersifat sementara. Dari jawaban yang bersifat sementara inilah yang disebut Hipotesis. Maka Hipotesis adalah suatu dugaan yang merupakan jawaban sementara terhadap suatu masalah yang perlu diuji secara empiris. Hipotesis ini diperoleh dari analisis deduktif terhadap teori, konsep dan hasil penelitian.

Biasanya pengetahuan atau jawaban yang benar dapat diperoleh melalui pendekatan non ilmiah dan pendekatan ilmiah. Berikut contoh pendekatan non ilmiah yang masih banyak terjadi di masyarakat :

  1. Penemuan suatu kebenaran secara kebetulan. Hal ini banyak terjadi di dalam masyarakat misalnya penemuan obat malaria dari air pahit yang berasal dari kulit pohon kina.
  2. Akal sehat, adalah bagian dari konseptual yang dapat digunakan secara praktis.
  3. Wahyu, adalah kebenaran yang asasi.
  4. Intuisi, adalah kebenaran yang dilakukan atas dasar pengetahuan langsung yang diperoleh secara cepat melalui proses perenungan.
  5. Coba-coba, adalah serangkaian percobaan tanpa kesadaran. Penemuan secara coba-coba sering disebut dengan trial and error.
  6. Spekulasi, adalah penemuan kebenaran berdasarkan suatu pertimbangan yang kurang matang sehingga penuh dengan resiko dan memerlukan pandangan yang lebih tajam.
  7. Pendekatan otoritas ilmiah dan pikiran praktis. Otoritas ilmiah adalah orang-orang yang biasanya telah menempuh pendidikan formal tertinggi dan mempunyai pengalaman kerja yang cukup banyak dalam suatu bidang.

Sedangkan dengan pendekatan ilmiah dilakukan apabila kebenaran pengetahuan diperoleh dengan melalui penelitian ilmiah dan dibangun atas teori tertentu.

Berikut beberapa kriteria dari penelitian :

  1. Berdasarkan fakta, didasarkan hasil pengumpulan dan analisis dari fakta-fakta nyata.
  2. Bebas dari prasangka, jauh dari pertimbangan subjektif.
  3. Menggunakan prinsip-prinsip analisis, dalam memahami dan mengartikan suatu fenomena harus diartikan dengan menggunakan prinsip logis.
  4. Menggunakan ukuran objektif.
  5. Menggunakan teknik kuantifikasi dalam memperlakukan data ukuran kuantitatif yang lazim digunakan.

Hipotesis disusun berdasarkan teori yang diuraikan dalam tinjauan pustaka sehingga bersifat teoritis. Tinjauan pustaka digunakan untuk menyusun landasan teori sebagai dasar menunjukkan jalan memecahkan masalah penelitian guna memperluas dan memperdalam pengetahuan peneliti untuk mengungkap masalah penelitian maka diharapkan menggali beberapa hasil penelitian yang lalu atau temuan penelitian yang sudah ada.

Fungsi tinjauan pustaka bagi peneliti adalah :

  • Mendapatkan landasan teori dalam menyusun kerangka teori dan hipotesis.
  • Memperoleh abstraksi (informasi) tentang penelitian sejenis yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Memperoleh metode (teknik) atau pendekatan pemecahan masalah yang digunakan.
  • Sebagai sumber data sekunder.
  • Mengetahui historis dan perspektif permasalahan penelitiannya.
  • Memperoleh informasi cara menganalisis (evaluasi) data yang digunakan.
  • Memperkaya ide baru.
  • Mengetahui siap saja peneliti lain dan pengguna dibidang yang sama.

Cara Merumuskan Hipotesis

Beberapa petunjuk yang digunakan dan perlu diperhatikan dalam merumuskan hipotesis antara lain :

  1. Hipotesis hendaknya menyatakan pertautan antara dua variable.
  2. Hipotesis hendaknya dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan.
  3. Hipotesis hendaknya dinyatakan dalam kalimat yang singkat dan jelas.
  4. Hipotesis hendaknya dapat diuji.

Hipotesis yang sudah dirumuskan harus diuji melalui eksperimen berencana untuk membuktikan apakah hipotesis itu diterima atau tidak. Contoh merumuskan hipotesis sebagai berikut :

1. Teori : Air hangat sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman.
Rumusan Masalah : Bagaimanakah pengaruh ketersediaan air terhadap pertumbuhan tanaman ketela?
Hipotesis : Semakin tinggi ketersediaan air, pertumbuhan tanaman ketela semakin baik.

2. Teori : Limbah detergen yang dibuang kesungai dapat mencemari sungai. Pencemaran diekosistem air dapat mengakibatkan kematian pada individu yang hidup didalamnya.
Rumusan Masalah : Apakah detergen mempengaruhi kehidupan ikan?
Hipotesis : Semakin tinggi kandungan detergen dalam air, semakin kecil tingkat kehidupan ikan.

Ada beberapa ciri dari suatu hipotesis yang baik, antara lain :

  1. Hipotesis harus menyatakan suatu hubungan
  2. Hipotesis sesuai dengan fakta
  3. Hipotesis harus dapat diuji
  4. Hipotesis berhubungan dengan ilmu
  5. Hipotesis dapat menerangkan fakta
  6. Hipotesis sederhana.

Cara Menyusun Hipotesis

Untuk dapat menyusun hipotesis harus diketahui teori-teori yang berkaitan dengan variable yang dipermasalahkan. Hipotesis dapat dibedakan atas dua macam:

Hipotesis Alternatif

Hipotesis alternatif adalah hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh dari variable manipulasi terhadap variable respon.

Contoh :
Teori : Cahaya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan kecambah.
Rumusan Masalah : Adakah pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kecambah?
Hipotesis : Adanya pengaruh positif cahaya matahari terhadap pertumbuhan kecambah.

Hipotesis Nol

Hipotesis Nol adalah hipotesis yang menyatakan tidak adanya pengaruh variable manipulasi terhadap variable respon.

Contoh :
Teori : Cahaya tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan kecambah.
Rumusan Masalah : Apakah cahaya tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan kecambah?
Hipotesis : Tidak adanya pengaruh cahaya matahari terrhadap pertumbuhan kecambah.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.