Perumusan ,kriteria, dan Identifikasi Masalah

Masalah dapat diartikan apabila kita tidak puas akan diri kita atau fenomena alam yang membuat kegelisahan dan kita harus mencari solusinya atau masalah dapat definisikan sebagai pertanyaan yang mempertanyakan hubungan sebab akibat antara variable satu dengan variable yang lain. Variable adalah suatu besaran yang harganya dapat bervariasi atau berubah-ubah pada suatu situasi tertentu. Ada tiga macam variable ,antara lain:

  1. Variable manipulasi
    Variable manipulasi adalah variable yang sengaja diubah.
  2. Variable respon.
    Variable respon adalah variable yang harganya berubah sebagai akibat pemanipulasian variable manipulasi.
  3. Variable control.
    Variable control adalah variable yang dijaga agar tidak mempengaruhi hasil penelitian.

Untuk dapat mengemukakan masalah yang akan diteliti antara lain dengan mengamati kejadian-kejadian di sekitar kitam pengalaman pribadi, mengikuti pertemuan ilmiah, diskusi, dan membaca laporan penelitian orang lain.

Kriteria Masalah Yang Baik

Masalah yang akan diteliti harus dirumuskan secara jelas dan lengkap agar dapat dicari jalan penyelesaiannya dengan tepat. Kekeliruan dalam merumuskan masalah dapat menyebabkan tidak tercapai tujuan penelitian. Kriteria masalah dalam penelitian yang baik adalah sebagai berikut :

  • Mempunyai kontribusi teoritis dan praktis, yang artinya hasil penelitian nantinya memberikan kontribusi atau andil yang jelas di bidang profesi atau keilmuan.
  • Mempunyai derajat keunikan dan keaslian, menemukan keaslian permasalahan penelitian sangat penting. Namun, kadang diperlukan pengulangan penelitian untuk memperdalam atau memperluas dari hasil penelitian yang sudah ada pada objek yang berbeda, tingkat validitas permasalahan pengulangan penelitian dianggap masih tinggi. Jika ini yang dilakukan maka penelitian menjadi tidak layak dilakukan.
  • Layak dilakukan, melaksanakan penelitian memerlukan waktu, biaya, sarana, dan prasarana. Penelitian eksperimental maupun deskriptif membutuhkan jenis subjek penelitian untuk memperoleh data. Apabila data yang dibutuhkan tidak cukup tersedia maka penelitian menjadi tidak layak dilakukan.

Ada beberapa pertimbangan atau pedoman yang perlu diperhatikan dalam pemilihan masalah, antara lain sebagai berikut :

  1. Pilihlah masalah yang paling menarik untuk diteliti.
  2. Peneliti cukup memiliki keahlian teknik untuk mengerjakan percobaan/penelitian tersebut.
  3. Pilih percobaan yang dapat dilakukan dengan ketersediaan waktu bagi peneliti.
  4. Kegunaan dari suatu yang diteliti praktis atau pengembangan teoritis.
  5. Percobaan hendaknya sesuai dengan tingkat kematangan dan pengetahuan peneliti.
  6. Layak untuk diteliti, baik ditinjau dari segi finansial, waktu, dan pengetahuan.
  7. Usahakan sarana pendukung mudah diperoleh di sekitar kita.
  8. Masalah yang diteliti tidak mengandung bahaya bagi peneliti.

Identifikasi Masalah di Lingkungan Sekitar

Masalah-masalah dilingkungan sekitar dapat diindentifikasi dengan melakukan observasi/pengamatan. Pengamatan dilakukan guna untuk mendapatkan informasi atau pengetahuan dari obyek dan atau peristiwa. Pengamatan yang dilakukan dengan menggunakan alat indera disebut pengamatan kualitatif. Sedangkan pengamatan dengan alat ukur yang mengacu kepada satuan pengukuran baku disebut pengamatan kuantitatif. Hasil pengamatan dapat memberikan deskripsi yang lengkap tentang obyek yang diamati. Beberapa contoh tentang pengamatan/observasi di sekitar lingkungan biotic antara lain :

  1. Observasi 1
    1. Tanaman dapat tumbuh di tempat yang teduh.
    2. Tanaman dapat tumbuh di tempat yang banyak terkena sinar matahari.
    3. Tanaman dapat tumbuh di dalam ruangan.
      Pertumbuhan tanaman di berbagai tempat diatas berbeda.
  2. Observasi 2
    1. Tanaman yang disiram secara teratur tumbuh dengan baik.
    2. Tanaman yang tidak disiram akan kering dan mati.
    3. Tanaman yang terlalu sering disiram pertumbuhannya tidak terlalu baik.
      Secara fisik, pertumbuhan tanaman diatas sangat berbeda.
  3. Observasi 3
    1. Ikan nila yang ada di kolam tanpa debit air (air tergenang) perkembangannya lambat.
    2. Ikan nila yang ada di kolam dengan debit air tinggi (air mengalir) perkembangannya cepat.
      Perekembagnan ikan dapat dilihat secara kuantitatif dengan mengukur panjang ikan, lebar ikan,dan meninmbang berat badan ikan.

Perumusan Masalah

Ada dua hal yang perlu dipersiapkan sebelum membuat perumusan masalah yaitu mengenali masalah dan memilih suatu masalah. Untuk dapat mengenali masalah kita harus mengadakan observasi/pengamatan. Hasil pengamatan yang berupa deskripsi yang lengkap tentang obyek kajian dapat mendasari untuk merumuskan masalah. Setelah mempertimbangkan hal hal tersebut, selanjutnya dalam merumuskan masalah hendaknya memperhatikan petunjuk-petunjuk berikut ini :

  1. Rumusan masalah hendaknya berupa kalimat tanya. Kalimat tanya diawali dengan kata tanya. apa, kenapa, mengapa, bagaimana dan seterusnya.
    Contoh : Apakah pupuk kompos berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman singkong?
  2. Rumusan masalah harus menyatakan dua variable atau lebih. Variable adalah faktor yang mempengaruhi percobaan. Pada contoh diatas ada hubungan antara pupuk kompos terhadap pertumbuhan tanaman terdapat dua variable yaitu pupuk kompos merupakan variable bebas dan pertumbuhan tanaman singkong merupakan variable terikat.
  3. Rumusan masalah dinyatakan secara eksplisit (gambling), singkat dan jelas. Kalimat ” Apakah pupuk kompos berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman singkong?” merupakan contoh kalimat yang jelas, singkat, dan eksplisit.
Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.