30 Contoh Majas Asosiasi dan Pengertiannya

Majas Asosiasi adalah majas perumpamaan atau membandingkan tentang dua hal berbeda , namun dinyatakan sama . Majas asosiasi termasuk dalam majas perbandingan yang memiliki ciri ciri penggunaan kata bak, seperti, laksana dan sebagainya .Majas asosiasi hampir mirip dengan majas simile , namun memiliki perbedaan karena majas asosiasi tidak dijelaskan secara eksplisit seperti majas simile .

Contoh Majas Asosiasi

  1. Jangan bersikap keras seperti batu.
  2. Lihatlah kedua orang itu bagaikan pinang dibelah dua.
  3. Cintaku padamu bak telur diujung tanduk .
  4. Pinjaman hutang rentenir itu bak tali melilit leher .
  5. Anggota DPR sekarang bak kacang lupa kulitnya , yang tidak mengingat janji nya dulu kepada rakyat.
  6. Perkataan orang itu seperti tong kosong nyaring bunyinya.
  7. Sehari tak membuka smartphone ibarat sayur tanpa garam.
  8. Pandanganya tajam seperti silet saat dia menatapku .
  9. Ardi ingin menjadi pilot dengan bermodalkan tekatnya yang seperti bara api .
  10. Kecanggihan peralatan modern sekarang bagaikan sihir yang bisa melakukan segala hal.
  11. Menemukan cinta sejati itu seperti mencari jarum di tumpukan jerami.
  12. Aku dan dia ibarat langit dan bumi.
  13. Belajar saat mengantuk bagai menggambar di permukaan air.
  14. Pelukan ibu seperti hangatnya matahari.
  15. Matanya indah seperti bintang kejora.
  16. Atlit maraton itu larinya seperti kuda.
  17. Wajahnya yang pucat bagiakan sebuah mayat yang terbujur kaku.
  18. Bibirmu yang indah seperti bunga mawar yang merah merona.
  19. Hati wanita sangatlah rapuh bagaikan sebuah kaca yang sangat tipis.
  20. Melihat wajahmu membuat aku teduh bagai minum air di tengah teriknya matahari.
  21. Jangan berdiam di rumah seperti terkurung dipenjara saja.
  22. Gelagatmu itu menunjukkan ada udang dibalik batu.
  23. Jadilah orang yang punya prinsip, jangan seperti air di daun talas.
  24. Anak itu cepat sekali berhitung seperti kalkulator.
  25. Hadirnya seorang guru, bagaikan sebuah pelita dalam kegelapan.
  26. Sia-sia saja berbicara kepadanya, seperti berkata kepada sebuah tembok.
  27. Pertama kalinya aku melihatmu, kamu itu bagaikan bidadari yang turun dari langit.
  28. Anak itu pintar sekali otaknya encer seperti air.
  29. Kapan terakhir kali kau keramas? rambutmu kaku seperti sapu ijuk.
  30. Perutku sudah sangat kenyang bagaikan air yang memenuhi sebuah ember.

Leave A Reply

Your email address will not be published.