Perbedaan Eco Mode dan Power Mode

Dewasa ini penggunaan teknologi semakin banyak digunakan pada perangkat yang kita gunakan sehari-hari. Pada industri otomotif, kita mengenal beberapa teknologi yang akhir-akhir ini cukup lazim digunakan pada kendaraan terutama mobil. Misalnya, kita mengenal beberapa fitur seperti EFI (Electric Fuel Injection), EPS (Electric Power Steering), ABS (Anti-lock Brake System), dan juga salah satunya yang akan kami bahas kali ini, Eco dan Power Mode.

                Eco dan Power Mode sendiri pada dasarnya adalah suatu system yang digunakan untuk memaksimalkan penggunaan bahan bakar dengan cara merubah cara kerja dari Throttle Valve. Throttle Valve adalah sebuah komponen pada kendaraan yang berfungsi untuk mengatur volume udara yang masuk ke dalam ruang bakar. Dengan mengubah cara kerja Throttle Valve akan didapatkan hasil yang lebih efektif dan efisien dalam penggunaan bahan bakar.

                Untuk Eco Mode, Throttle Valve diatur oleh ECU (Electronic Control Unit) agar terbukanya katup mengikuti input dari pedal gas. Dimana pada mode ini, jika pedal gas diinjak dengan sudut tertentu, Throttle Valve akan terbuka dengan besar sudut yang sama dengan sudut bukaan pedal gas. Hal ini, membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat dan efisien walaupun akan mengakibatkan tenaga yang dihasilkan lebih terbatas. Penggunaan Eco Mode lebih cocok jika digunakan pada kondisi jalan yang relatif ramai lancar, misalnya pada area dalam kota, maupun perjalanan yang tidak membutuhkan tenaga yang besar.

                Untuk Power Mode, Throttle Valve diatur oleh ECU agar terbukanya katup pada saat akselerasi menjadi lebih lebar daripada bukaan pedal gas. Pada mode ini, jika pedal gas diinjak dengan sudut tertentu, sudut Throttle Valve akan ternuka dengan sudut lebih lebar daripada daripada injakan kita pada pedal gas. Hal ini membuat tenaga yang dihasilkan mesin akan lebih besar, namun mengakibatkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih banyak (boros). Penggunaan Power Mode lebih cocok jika digunakan pada kondisi jalan yang sepi dan lowong. Misalnya pada jalan tol, perjalanan luar kota, maupun perjalanan yang membutuhkan tenaga yang lebih besar.

                Selain Eco dan Power Mode, ada juga Normal Mode. Normal Mode sendiri adalah ketika salah satu tombol Eco atau Power Mode tidak diaktifkan. Normal Mode adalah kondisi standar dengan konsumsi bahan bakar dan tenaga yang dihasilkan murni dipengaruhi dari pola pengendaraan. Normal Mode sendiri menggunakan setelan pabrikan dimana memang jarang untuk dibahas jika dibandingkan dengan Eco Mode dan Power Mode.

                Penggunaan berbagai mode seperti Eco dan Power Mode pada dasarnya dipengaruhi oleh pola pengendaraan masing-masing pengemudi. Sehingga tidak bisa diputuskan bahwa Eco Mode lebih baik daripada Power Mode, atau sebaliknya. Fitur-fitur sepertiini diciptakan untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pengemudi sehingga kendaraan lebih adaptif dengan kondisi dan kebutuhan dalam sebuah perjalanan. Jika memang tidak membutuhkan tenaga yang besar, penggunaan Eco Mode sangat dianjurkan agar konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat. Sedangkan jika membutuhkan tenaga yang besar, penggunaan Power Mode akan mampu menambah tenaga sesuai dengan kebutuhn pengemudi.

                Untuk semakin memahami fitur Eco Mode dan Power Mode, di bawah ini kami sertakan video pembahasan teori secara detail dengan menggunakan data yang medukung pada kendaraan Toyota All New Kijang Innova Reborn 2021 Diesel dengan transmisi matic. Semoga penjelasan dan link video yang kami sertakan dapat membantu teman-teman dalam memahami cara kerja fitur Eco dan Power Mode pada kendaraan.

1 Komen
  1. Emon58 berkata

    Mantap kali innova reborn ini ya…toyota sangat konsisten upgrade unitnya dari yang awal mula kijang jadi lah kijang innonva dan sampai skrg jadi innova reborn

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.