Apa itu Reksadana? Jenis, Keuntungan, dan Resiko

Reksa Dana adalah salah satu alternatif investasi bagi investor terkhusus pemodal kecil yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung resiko atas investasinya. Lebih jelasnya, Reksadana merupakan wadah untuk mengumpulkan dana para investor,yang akan dikelola oleh manager investasi dengan dialokasikan pada berbagai jenis instrumen investasi yang tersedia. Sedangkan definisi menurut Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27) bahwa Reksa Dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Portofolio yang dimaksud bisa berupa obligasi, saham, pasar uang, efek/sekuritas lainnya, ataupun gabungannya.

reksa dana
reksa dana

Manajer investasi harus membuat Akta kontrak investasi bersama Bank Kustodian dan mendapat pernyataan efektif / izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum ditawarkan ke investor. Bank Kustodian adalah bank yang akan membantu mengurus administrasi, mengawasi dan menjaga aset reksa dana (safe keeping). manajer investasi akan mengumpulkan uang dari masyarakat, baik dari investor kecil hingga besar yang kemudian dikelola oleh manajer investasi. Sampai Desember 2021, berdasarkan data yang dirilis reksadana.ojk.go.id, total nilai kelolaan di indonesia telah mencapai 579,9 triliun.

Kelebihan reksa dana adalah investor dengan modal kecil Rp10.000 saja bisa mendapatkan akses melalui Manajer investasi untuk berinvestasi mandiri seperti saham, obligasi, dan lainnya.

Reksadana terbagi menjadi dua model yaitu reksa dana terstruktur dan reksa dana konvensional. Reksadana terstruktur adalah reksadana yang dapat dibeli atau dijual kembali oleh investor pada saat tertentu saja yang dilakukan oleh manajer investasi.

Jenis-Jenis Reksa Dana Terstruktur

Berikut jenis-jenis Reksa dana terstruktur, antara lain :

  1. Reksa Dana Terproteksi
    Reksa Dana Terproteksi adalah reksa dana yang memberikan proteksi 100% atas investasi awal investor melalui mekanisme pengelolaan portofolionya. Reksa Dana ini memiliki jangka waktu investasi yang telah ditentukan sebelumnya oleh Manajer Investasi, namun dapat dicairkan sebelum jatuh tempo tanpa jaminan adanya proteksi akan pokok investasi. 
  2. Reksa Dana dengan Penjaminan
    Reksa dana dengan penjaminan adalah Reksa dana yang memiliki jaminan dari penjamin (guarantor), dengan jumlah investasi yang dijamin sekurang-kurangnya sama dengan jumlah investasi awal.
  3. Reksa Dana Indeks
    Reksa Dana Indeks adalah Reksa Dana yang dikelola untuk mendapatkan hasil investasi yang mirip dengan suatu indeks yang dijadikan acuan, baik itu indeks obligasi maupun indeks saham.

Jenis-Jenis Reksa Dana Konvensional

Sementara itu, Reksa Dana konvensional terdiri dari empat jenis, antara lain :

  1. Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund)
    Reksa dana pasar uang adalah reksa dana yang melakukan investasi 100% pada efek pasar uang dengan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun. Bentuk instrumen investasinya bisa berupa deposito, Sertifikat Bank Indonesia, dan obligasi. Jenis reksa dana ini yang paling banyak dibeli oleh investor modal kecil.
  2. Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)
    Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksadana yang melakukan alokasi investasi sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelola dalam efek yang bersifat utang. Bentuk instrumen investasinya berupa obligasi, SBI, dan instrumen lainnya. Tingkat pengembalian reksa dana pendapatan tetap lebih tinggi dibandingkan dengan reksa dana pasar uang, karena mayoritas instrumen investasi pada reksa dana ini pada obligasi sehingga karakteristik fluktuasi nilianya mirip dengan fluktuasi nilai obligasi. Seperti karakter obligasi, reksadana pendapatan tetap kurang cocok untuk investasi dibawah dua tahun dan lebih sesuai untuk masa investasi antara 3 sampai 7 tahun. Sebelum membeli reksa dana pendapatan tetap pastikan anda memeriksa portofolio serta kinerja tahunan reksa dana ini.
  3. Reksa Dana Saham (Equity Fund)
    Reksa Dana Saham (RDS) atau Equity Fund adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelola pada efek yang berupa ekuitas atau saham. Reksa Dana Saham memberikan potensi hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan Reksa dana pasar uang maupun Reksa dana pendapatan tetap. Jenis reksa dana ini tentunya juga memberikan resiko lebih tinggi dibandingkan keduanya sesuai karakter saham yang fluktuatif. Anda bisa mendapatkan range return pertahunnya bisa mencapai puluhan persen, tapi ingat high risk high return bisa juga rugi puluhan persen juga. Untuk anda yang ingin berinvestasi di reksa dana ini, pastikan untuk memeriksa portofolionya dan kinerja tahunan dari reksa dana yang dipilih.
  4. Reksa Dana Campuran (Balance Mutual Fund)
    Reksa dana campuran adalah jenis reksadana yang mengalokasikan dana investasinya dalam portofolio yang bervariasi. Bentuk instrumen investasinya berupa saham, Sertifikat BI, obligasi ataupun pasar uang. Dan pembagian persentase dana yang diinvestasikan ke berbagai instrumenpun bermacam-macam. Investor harus memahami komposisi investasi dan kinerja tahunan dari reksa dana campuran karena resikonya lebih tinggi dibandingkan dengan Reksa dana pasar uang maupun Reksa dana pendapatan tetap.

Reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap tersebut cocok untuk investor yang ingin main aman karena resikonya terbilang kecil.

Keuntungan ReksaDana

Keuntungan berinvestasi pada reksa dana, antara lain :

  1. Capital Gain
    Hal ini terjadi jika NAB per unit reksadana yang kita punya naik. Jadi kita akan dapat keuntungan dari selisih harga perunit saat kita beli dan harga perunit saat kita jual. Untuk reksadana pendapatan tetap range return pertahun umumnya ada di 5%-10%, sementara untuk reksadana saham dan campuran range return pertahunnya bisa mencapai puluhan persen.
  2. Didampingi Manajer Investasi
    Saat membeli reksadana uang kita akan dikelola oleh manajer investasi yang tentunya lebih mengerti dan berpengalaman di dunia investasi. Karena reksadana ini dikelola oleh orang yang profesional maka bisa dibilang resikonya relatif lebih kecil dibandingkan investasi mandiri oleh orang awam yang pengetahuannya terbatas terkait instrumen investasi.
  3. Diversifikasi
    Diversifikasi adalah strategi berinvestasi dengan cara mengalokasiin dana yang minim ke beberapa investasi yang berbeda. Tujuannya adalah untuk meminimalisir resiko. Misalnya jika kamu ingin membeli saham dengan uang 500 ribu rupiah maka kamu cuma akan mendapatkan satu lot saham unilever. Sedangkan jika kita membeli reksadana senilai 500 ribu rupiah, kita bisa mempunyai saham Unilver, Indofood, BCA, BRI, Obligasi, Deposito dan lain-lain.
  4. Bisa Membeli Eceran
    Seperti yang kita ketahui jika membeli deposito harus ada minimum depositnya, misalnya BCA yang minimum Depositnya 8 juta rupiah. Obligasipun juga sama ada minimum pembelian, dan jika membeli saham kita harus membeli minimal 1 lot atau 100 lembar. Sedangkan reksadana bisa dibeli eceran dengan harga relatif murah, bahkan ada juga platform reksadana yang menawarkan investasi mulai dari Rp 10.000 saja.
  5. Bentuk Aset Likuid
    Reksadana merupakan investasi yang dapat diperjualbelikan kapanpun. Jadi jika anda butuh uang, reksadana anda bisa langsung dicairkan. Beda dengan deposito atau instrumen investasi lainnya yang memiliki tenggat waktu untuk pencairannya.

Resiko Reksadana

Selain ada keuntungan pasti ada kerugian atau resiko pada reksadana, antara lain :

  1. Capital Loss
    kerugian tersebut akan kita dapat jika NAB per unit reksa dana yang kita punya mengalami penurunan. Kerugian ini akan terealisasi kalau anda sudah menjual rugi reksadana yang anda punya. Untuk reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap, resikonya memang relatif rendah. Namun untuk reksadana campuran dan reksadana saham memiliki resikonya tinggi, karena diportofolio kedua reksadana tersebut ada saham yang secara umum memiliki fluktuasi harga yang tinggi. Harga per unit reksadana saham bisa turun puluhan persen mengikuti penurunan harga saham atau instrumen investasi yang ada di dalam portofolio reksadana tersebut.
  2. Produk/Manajer Investasi Bermasalah
    Masalah yang menimpa reksadana atau manajer investasi bisa bermacam-macam seperti melanggar ketentuan dari otoritas jasa keuangan, gagal bayar, dan lain-lain. Kalau manajer investasi bermasalah bisa kena peringatan bahkan pencabutan izin usaha, sementara reksadana yang bermasalah bisa di suspend atau perdagangan reksadananya bisa dihentikan oleh otoritas jasa keuangan.
  3. Tidak dijamin oleh Lembaga Jaminan Simpanan
    Perlu diketahui investrumen invesatasi deposito dan simpanan sampai dua miliar dijamin oleh Lembaga Jaminan Simpanan (LPS), jadi jika ada masalah dengan bank bersangkutan kita bisa mengajukan klaim penjamin simpanan ke LPS. Karena reksadana tidak dijamin oleh LPS, bisa dibilang resiko reksadana lebih besar dibandingin dengan deposito.

Untuk meminimalisir resiko pada reksadana pastikan selalu cek dan evaluasi komposisi portofolio reksadana anda, cek repitasi dan kompetensi manajer investasi reksadana, dan terakhir diversifikasi aset dana investasi kamu ke bentuk instrumen investasi yang lain juga jangan hanya reksadana.

Daftar Reksadana Terbaik

Berikut Daftar Reksadana Terbaik Selama Tahun 2021 berdasarkan jenisnya masing masing, yang bisa anda gunakan sebagai acuan berinvestasi di reksa dana di tahun 2022:

10 Daftar Reksadana Pasar Uang Terbaik

NoNama ReksadanaNABImbal Hasil per Tahun
1Sucorinvest Money Market Fund1.618,175,27%
2HPAM Ultima Money Market1.412,345,05%
3Capital Money Market Fund1.451,494,87%
4Danamas Rupiah Plus1.560,784,84%
5Prospera Dana Lancar1.386,264,83%
6Reksa Dana Mega Dana Kas1.840,514,72%
7Pinnacle Money Market Fund1.345,524,63%
8Sucorinvest Sharia Money Market Fund1.225,404,56%
9MNC Dana Lancar1.653,844,51%
10Syailendra Sharia Money Market Fund1.250,244,41%

10 Daftar Reksadana Pendapatan Tetap Terbaik

NoNama ReksadanaNABImbal Hasil per Tahun
1SI DANA OBLIGASI MAXIMA4.846,35009,80%
2SUCORINVEST STABLE FUND1.173,82008,81%
3PANIN DANA OBLIGASI BERSAMA DUA1.306,68238,39%
4PINNACLE DANA OBLIGASI UNGGULAN1.298,47657,99%
5MR BOND KRESNA1.323,45927,70%
6TRIMEGAH DANA TETAP OPTIMA 21.239,22937,69%
7DANA OBLIGASI STABIL5.670,41947,66%
8CIMB PRINCIPAL BOND38.157,15007,63%
9PRINCIPAL PRIME INCOME FUND1.889,81007,55%
10MEGA DANA PENDAPATAN TETAP1.643,66067,48%

10 Daftar Reksadana Saham Terbaik

NoNama ReksadanaNABImbal Hasil per Tahun
1Manulife Saham Andalan2.496,2813,67%
2Shinhan Equity Growth2.344,5410,72%
3Semesta Dana Saham1.114,529,67%
4Mega Asset Maxima1.082,908,85%
5HPAM Ultima Ekuitas 12.485,458,75%
6Manulife Greater Indonesia Fund1,35638,45%
7TRIM Kapital Plus3.793,135,77%
8Pinnacle Strategic Equity Fund1.517,675,36%
9TRIM Kapital10.608,594,28%
10Rencana Cerdas16.406,133,27%

10 Daftar Reksadana Campuran Terbaik

NoNama ReksadanaNABImbal Hasil per Tahun
1Jarvis Balanced Fund1.967,5345,38%
2Sucorinvest Flexi Fund6.062,7015,97%
3Syailendra Balanced Opportunity Fund3.198,4415,76%
4Shinhan Balance Fund1.908,7714,13%
5STAR Balanced II1.197,5710,87%
6Sucorinvest Citra Dana Berimbang2.012,2810,57%
7Setiabudi Dana Campuran1.123,936,81%
8Cipta Dinamika1.538,893,91%
9Schroder Dana Kombinasi4.295,053%
10Prospera Balance3.982,632,80%

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.